|
Anjani, DA; Kunjungan silaturrahmi Wakil Presiden (Wapres) RI Drs. H. M. Jusuf Kalla, ke pondok pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani, Kamis (12/06) menyisakan kekaguman bagi Wapres terhadap perjuangan organisasi NW yang telah mampu berkiprah dalam menyebarkan agama di seluruh pelosok nusantara ini, hingga memasuki usia ke 73.
Untuk itu pemerintah, mengucapkan penghargaan dan terimaksih yang tinggi kepada organisasi NW yang berjuang keras untuk membangun ummat, hingga tersebar di pelosok nusantara. Tentu tanpa perjuangan pendiri oraganisasi NW Al-magfurulah Maulanasyaikh TGKH M Zainuddin NW Anjani.
“Tanpa pondok pesanteren yang banyak, tentunya pembinaan ilmu,
khususnya dalam bidang agama tidak maksimal,”kata Wapres. Selain
mengagumi perjuangan NW, Wapres juga sangat mengagumi daerah
Lombok yang memiliki potensi alam yang cukup elok, yang bisa dijadikan
pusat plancongan turisme yang islami, artinya sambil menikmati laut
yang indah dan pemandangan alam yang mempesona, masayarakatnya tetap
menjaga moral agama. “Salah satu yang tepat bagi pengembangan wisata
yang islami adalah NTB ini, karena Lombok memiliki daerah yang elok,
masyarakatnya juga ramah, dan tetap menjaga agamanya, maka kita setuju
di tempatkan suatu wilayah turisme yang islami di Lombok ini ” puji
Wapres.
Namun lanjut Wapres, semua itu ada syaratnya yaitu kita harus
tersenyum, jangan marah, apa lagi suka berkelahi, baker-bakaran dan
merusak berbagai fasilitas yang ada, tentunya dengan kondisi seperti
ini tidak ada orang yang mau datang ke daerah kita. “Kedepan ponpes
Syaikh Zainuddin NW Anjani ini harus membuka jurusan wisata, karena
yang dihadapi adalah turis dari Timur Tengah, yang menggunakan bahasa
Arab,” harap Jusuf kalla.
Dalam waktu yang tidak lama Lombok akan bersaing dengan Bali, walaupun
berbeda caranya, tetap pakai jilbab, dan pakaian islami, tidak ada yang
pakai pakaianya yang bersifat terbuka yang memamerkan auratnya seperti
yang terjadi di tempat wisata lainnya.
Dalam kesempatan itu Wapres juga menyinggung soal SKB yang dikeluarkan
pemerintah, menurutnya pemerintah telah melakukan apa yang mesti
dilakukan soal Ahmadiyah, artinya apapun yang terjadi di bangsa ini
kita selesaikan dengan bijak, jadi pemerintah melakukan upaya dakwah
terkait ajaran Ahmadiyah ini, janganlah kita terpecah belah. “Ada
ajaran yang tidak sesuai dengan ajaran Islam yang sebenarnya, maka itu
tugas kita untuk meluruskan melalui dakwah, jangan kita kembali ke
zaman dahulu kala, yang hanya mengandalkan kekerasan dalam
menyelesaikan masalah,”ujarnya, seraya mengatakan tentunya kalau sudah
jalan dakwah dilaksanakan, namun tidak bisa diselesaikan, pemerintah
memiliki jalan lain untuk menyelesaikan masalah itu.
Sementara itu Gubernur NTB Drs. HL Serinata, dalam sambutannya
mengatakan, NTB terus menerus mengembangkan potensi alam yang dimiliki
daerah ini, salah satunya adalah mengerjakan mega proyek yang sedang
berjalan yaitu pengerjaan pembangunan Bandara Internasional Lombok,
yang dipusatkan di Lombok Tengah. Pembangunan Bandara Internasional
Lombok ini adalah suatu impian yang bisa kita wujudkan bersama,
tentunya dengan dukungan semua pihak terutama masayarakat NTB. Dalam
pembangunan Bandara Internasional Lombok ini kata Gubernur ke depan
diharapkan NTB menjadi daerah yang maju dan religius.
Untuk mewujudkan impian tersebut berbagai pendukung bandara sedang
dikebut untuk diselesaikan, salah salah satunya adalah pembuatan jalan
lingkar Lombok – Sumbawa dan fasilitas lainnya.“Kehadiran bandara ini
tentu akan memberikan multi player efek yang sangat luas kepada
pembangunan di segala sektor di Nusa Tenggara Barat,” katanya.
Dengan dikerjakan bandara ini seara maraton insya Allah Bandara
Internasional Lombok, pada tahun 2010 sudah bisa beroperasi, dan
betul-betul menjadi kenyataan dari sebuah impian yang panjang
masayarakat NTB.
Untuk itu lanjut Gubernur, masyarakat harus berperan aktif adalam
mendukung pembangunan Bandara Internasional ini. Dan Organisasi NW
harus menjadi garda terdepan dalam mendukung pembangunan di berbagai
sektor di NTB. (DA-1)
|