|
Silsilah Pendiri NW TGKH.M.ZAINUDDIN ABDUL MADJID |
|
Penulis : admin
|
|
Selasa, 07 Oktober 2008 |
|
Halaman 1 dari 5 “Wariskanlah NW mu kepada anak cucumu dimana saja kamu berada dan
kembangkanlah Ia” adalah Wasiat Maulana Syaikh Yang harus di pegang
oleh semua Abituren Nahdlatul wathan agar senantiasa mengembangkan NW
dengan ikhlas hati sesuai dengan kemampuan yang di miliki. Hal inilah
yang menggugah hati kami untuk menyebarkan nama harum NW yang didirikan
oleh Ulama’ Terkemuka Dunia khususnya Lombok Indonesia TGKH.M.Zainuddin
Abdul Madjid. Agar kita semua tahu dan bisa meneladani dan mengikuti
jejak langkah beliau untuk memperjuangkan islam ahlussunnah wal-jamaah
lewat Nahdlatul Wathan.
Kelahiran dan Keluarganya
Al Mukarram Maulana Syaikh Tuan Guru Kiai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
dilahirkan di kampung Bermi Pancor Lombok Timur Nusa Tenggar Barat pada
tanggal 17 Rabiul Awal 1316 H. (1898 M) dari perkawinan Tuan Guru Haji
Abdul Madjid dengan Hajjah Halimtus Sa’diyah. Nama kecil beliau
Muahammad Saggaf, nama ini dilatarbelakangi oleh suatu peristiwa yang
sangat menarik untuk dicermati yakni 3 (tiga) hari sebelum beliau
dilahirkan. TGH. Abdul Madjid didatangi orang waliyullah masing-masing
dari Hadramaut dan Magrabi. Kedua waliyullah itu secara kebetulan
mempunyai nama yang sama, yakni “Saqqaf”. Kedua waliyullah itu berpesan
kepada TGH. Abdul Madjid supaya anaknya yang akan lahir itu diberi nama
“Saqqaf” Saqqaf artinya “tukang memperbaiki atap”, Kata “Saqqaf” di
Indonesiakan menjadi “Saggaf” dan untuk dialek Bahasa Sasak menjadi
“Segep”. Itulah sebabnya beliau sering dipanggil dengan “Gep” oleh
Ibunda Hajjah Halimatus Sa’diyah.
Setelah menunaikan ibadah haji, nama kecil tersebut diganti dengan
“Haji Muhammad Zainuddin”. Nama ini pun diberikan oleh ayah beliau
sendiri yang diambil dari nama seorang ulama besar yang mengajar di
Masjidil Haram. Akhlak dan kepribadian ulama besar itu sangat menarik
hati sang ayah. Nama ulama besar itu Syaikh Muhammad Zainuddin Serawak.
Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid adalah anak
bungsu. Kakak kandung beliau lima orang, yakni Siti Syarbini, Siti
Cilah, Hajjah Saudah, Haji Muhammad Sabur dan Hajjah Masyitah.
Ayahandanya TGH. Abdul Madjid terkenal dengan penggilan “Guru Mu’minah”
adalah seorang muballigh dan terkenal pemberani. Beliau pernah memimpin
pertempuran melawan kaum penjajah, sedangkan ibundanya Hajjah Halimatus
Sa’diyah terkenal sangat salehah.
Sejak kecil Al-mukarram Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul
Madjid terkenal sangat jujur dan cerdas. Karena itu tidaklah
mengherankan bila ayah-bundanya memberikan perhatian istimewa dan
menumpahkan kasih sayang begitu besar kepada beliau. Ketika melawat ke
Tanah Suci Makkah untuk melanjutkan studi, ayah Bundanya ikut mengantar
ke Tanah Suci. Ayahandanyalah yang mencarikan guru tempat beliau
belajar pertama kali di Masjidil Haram dan sempat menemani beliau di
Tanah Suci sampai dua kali musim haji. Sedangkan ibundanya Hajjah
Halimatus Sa’diyah ikut bermukim di Tanah Suci mendampingi dan mengasuh
beliau sampai ibundanya tercintanya itu berpulang ke rahmatullah tiga
setengah tahun kemudian dan dimakamkan di Mu’alla Makkah.
Dengan demikian tampaklah
betapa besar perhatian ayah-bundanya terhadap pendidikan beliau. Hal
ini juga tercermin dari sikap ibundanya bahwa setiap kali beliau
berangkat untuk menuntut ilmu, ibundanya selalu mendo’akan dengan
ucapan “Mudah mudahan engkau mendapat ilmu yang barakah” sambil
berjabat tangan serta terus memperhatikan kepergian beliau sampai tidak
terlihat lagi oleh pandangan mata. Pernah suatu ketika, beliau lupa
pamit pada ibundanya. Beliau sudah jauh berjalan sampai ke pintu
gerbang baru sang ibu melihatnya. Sang ibu memanggil beliau untuk
kembali Beliau pun kembali. Lalu sang ibu mendoakan kemudian beliau
berangkat. Hal ini merupakan suatu pertanda bahwa betapa besar
kesadaran ibundanya akan penting dan mustajabnya do’a ibu untuk sang
anak sebagaimana ditegaskan dalam hadits Rasullah SAW, bahwa do’a ibu
menduduki rangking kedua setelah doa Rasul. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa beliau
|