|
Hultah NWDI adalah Media Evaluasi dan Silaturrahmi |
|
Penulis : admin
|
|
Senin, 07 Juli 2008 |
|
Anjani
Perayaan Hultah NWDI ke 73, Ahad (22/06) dihajatkan
sebagai ajang evaluasi kinerja PBNW selama lima tahun dan sebagai ajang
silaturrahmi nasional antar jamaah dan pengurus NW. Sebab dalam
perayaan Hultah NWDI seluruh jama’ah dan pengurus NW dari tingkat
ranting sampai dengan tingkat pusat mengahadiri perayaan hulatah NWDI
yang dilaksanakan sekali dalam setahun.
Ketua Panitia Hultah NWDI ke 73 TGH L.G. M. Ali Wira Sakti AM, LC.,
MA., dalam laporannya mengatakan bahwa perayaan Hultah NWDI ini adalah
warisan pendiri NWDI ninikda TGKH M Zainuddin Abdul Majid, sebagai
bukti kesyukuran bahwa NWDI ini masih tetap eksis dalam menjalankan
missi dakwahnya.
Terkait dengan adanya pertanyaan kenapa Hultah terkesan dimajukan, Gede
Sakti panggilan akrab ketua panitia ini, membantah bahwa dimajukan
Hultah NWDI ke 73 ini bernuasa politik. “Tidak benar kalau perayaan
Hultah kali ini bermuatan politik, cuman saat ini kebetulan akan
digelar pilkada, jadi terkesan seperti itu. Sekali lagi saya perjelas
susunan acara Hultah tidak ada peluang untuk berpolitik kita akan
berikan bicara bagi pejabat sesuai dengan kedudukan sekarang ini,”
tegasnya. Ke depan lanjut putra Ummi PBNW ini mengatakan bahwa perayaan Hultah
NWDI tahun –tahaun akan dating kita laksanakan tepat sesuai dengan
tanggal lahirnya yaitu setiap tanggal 15 Jumadil Akhir, dan sekarang
kita mundur tiga hari dari tanggal lahirnya yaitu tanggal 18 Jumadil
akhir. “Kepada warga NW untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan,
sebab dengan persatuan dan kesatuan kita maka NW ini bias terjaga dari
tangan-tangan jahil yang meniginkan NW ini hancur,” imbuhnya.
Sementara dalam sambutannya Ketua Umum PBNW Ummi Hj St Raihanun
Zainuddin AM. Mengatakan bahwa perayaan Hultah NWDI ini, dijadikan
sebagai media introspeksi diri, baik pengurus maupun warga NW dan juga
sebagai ajang evaluasi program selama setahun. Sejauh mana program yang
telah dilaksanakan, dan program apa yang belum dikerjakan. Selama
berdirinya hingga kini organisasi ini telah mampu mendirikan
pondok pesantren 900 lebih, baik formal maupun non formal di negeri
ini. Sedangkan untuk bidang social, organisasi ini telah banyak
membantu
pemerintah dalam rangka menekan angka kemiskinan di NKRI ini khususnya
di NTB ini dengan mendirikan lembaga-lembaga social kemasyarakatan
seperti lkelompok tani, panti asuhan untuk menampung anak yatim dan
keluarga tidak mampu untuk diberikan sekolah gratis.
Sedangkan dibidang dakwa, organisasi yang didirikan oleh
almaghfurulahu TGKH.M. Zainuddin Abdul Madjid ini telah membentuk
ribuan majlis taklim di seluruh wilayah sebaran NW sebagai wadah dakwah
dan menyiarkan syariat islam.
Dalam menjalankan roda organisasi, organisasi peninggalan ulama
terkemuka di NTB ini memiliki pimpinan tertinggi yang disebut sebagai
pengurus Besar (PB) NW.
Namun selama perjalanan perjuangannya, oprganisasi ini juga tidak luput
dari persoalan sejak meninggalnya sang pendiri, dimana sejak tahun 1998
muncul PB yang lain setelah Ummi Hj. Sitti Raihanun ZAM terpilih
sebagai PBNW pada muktamar X di Praya.
Namun dengan semangat dan tekad untuk memajukan organisasi NW, Ummi
Raihanun dengan dukungan jama’ahnya terus melakukan perjuangan dengan
berlandaskan pada wasiat Renungan Massa Pengalaman Baru karangan
maulanasyaikh yang mengatakan “Bahwa PB Adalah satu, bukannya dua
bukannya telu, atas pimpinan PB yang satu dewan mustasyar pemberi
restu”.
Dengan semangat itulah hingga saat ini NW terus melebarkan sayapnya
dengan berpusatkan di desa Anjani kecamatan Suralaga kabupaten Lombok
Timur dimana sebelumnya dari Pancor berpindah sementara ke desa
Kalijaga lalu berhijrah ke desa Anjani.
Raden Tuan guru Bajang KH Zainuddin Atsani, dalam pengajiannya
menyampaikan pesan agamanya kepada jamaah NW untuk terus menjaga amanat
yang diberikan maulanasyaikh semasa hayat beliau. Dismping itu beliau
meminta jama’ah untuk selalu bersyukur kepada Allah atas nikmat dan
karunianya yang telah memelihara organisasi NW, sehingga masih tetap
mampu menjalankan missinya yaitu pendidikan, social dan dakwah
islamiyah di penjuru tanah air, bahkan ke luar negeri.
|