|
Syukuran atas bersatunya dua keluarga dan jamaah NW
Nahdlatul Wathan Fil Khair,
Nahdlatul Wathan Fastabiqul Khairat. Itulah kalimat yang sering kita dengar
dari ucapan para pejuang Nahdlatul Wathan, baik dari para tuan guru maupun para
ustadz. Rupanya kalimat ini cukup membuat NW semakin hari semakin berkembang
memperjuangkan agama Islam melalui wadah yang dibangun oleh Ulama’ Kharismatik
Maulanasyaikh TGKH.M. Zainuddin Abdul Madjid.
Walaupun beberapa tahun
belakangan ini NW berada dalam masa transisi, tapi Allah SWT senantiasa
membimbing kepada fil-khair, tetap dalam kebaikan dan juga kebersamaan.
Maka melalui momentum
bersatunya kembali dua putri kesayangan Al-Magfurulah Maulanasyaikh, Ma’had
Darul Qur’an wal-Hadits (MDQH) NW yang ada di Anjani dan Pancor menggelar
hiziban akbar dan doa bersama. Acara tersebut berlangsung di Mushala Al-Abror,
komplek makam Al-Magfurulah Maulanasyaikh TGKH.M.Zainuddin Abdul Madjid di
Pancor Lombok Timur.
Dalam kesempatan tersebut
hadir beberapa tokoh elit NW diantaranya TGH.M.Zainul Majdi,MA., TGH.Lalu Gde M.
Ali Wirasakti Amir Murni,Lc.MA., TGH.L. Anas Hasyri, TGH.Hudatullah Muhibuddin,MA.,
TGH.M. Thahir Azhari dan beberapa tokoh NW lainnya.
Dalam sambutannya TGH.Lalu
Anas Hasyri selaku Wakil Amidul Ma’had DQH NW Anjani dan Pengasuh Ponpes Darul
Abror NW Gunung Rajak Sakra Barat, menyampaikan bahwa ishlah ini sangat kami
rindu dan dambakan sejak lama, semoga persatuan keluarga Al-Magfurulah Maulanasyaikh
TGKH.M.Zainuddin Abdul Madjid ini berlanjut hingga akhir zaman.
Terkait dengan pencalonan Gde Sakti (panggilan akrab TGH.Lalu Gde M. Ali Wirasakti
Amir Murni,Lc.MA.-red) sebagai bupati Lombok Tengah, dalam sambutannya TGH.M.Zainul
Majdi,MA. meminta thullab/tholibat Ma’had untuk mendoakan beliau agar diberikan
jalan yang terbaik dalam Pilkada Lombok Tengah mendatang. ‘’Ajak keluarga yang
ada di Lombok Tengah untuk menuju kebaikan,” ujarnya. Selanjutnya beliau
menjelaskan bahwa semua ruang dakwah mesti diisi oleh kader NW dengan satu niat
untuk kebaikan bagi masyarakat. Alumni ponpes juga mampu menjadi pemimpian,
jangan menganggap alumni ponpes tidak bisa jadi pemimpin,’’ tegasnya.
Usai kegiatan, saat
diwawancarai oleh beberapa wartawan, TGH.M.Zainul Majdi,MA menjelaskan,
kegiatan ini merupakan bentuk doa dan rasa syukur atas bersatunya dua keluarga
dan jamaah NW. Lalu terkait pencalonan Gde Sakti dalam Pilkada Loteng, beliau
mengatakan, wajar jika dirinya dan warga NW memberikan doa. ‘’Saya kira doa ini
dalam arti luas,’’ tandasnya.
Sementara itu, Gde Sakti, saat sambutannya, juga sempat mengutarakan terkait
keikutsertaannya dalam Pemilukada Loteng. Beliau juga meminta doa kepada
thullab/tholibat Ma’had untuk memuluskan ihtiarnya. ‘’Apa yang saya perjuangkan
tidak untuk Gde Sakti saja, tapi untuk kita semua,’’ ucapnya.
Lafadz Allahu Akbar menggema saat dua cucu Almagfurulah Maulanasyaikh yakni
TGH.M.Zainul Majdi dan TGH.Lalu Gde M. Ali Wirasakti Amir Murni, berdiri di
depan peserta hiziban akbar ini. Para santri pun rela berdesak-desakan agar
bisa menyaksikan momen langka ini.
Penampilan dua cucu Maulanasyaikh ini merupakan kali kedua di depan jamaah NW.
Sebelumnya, mereka bertemu di kompleks pemakaman kekeknya, ini saat pertemuan
kedua Ummi, beberapa waktu lalu. Yakni Ummi Hj.Sitti Rauhun ZAM dan Hj.Sitti
Raihanun ZAM.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari bersatunya dua putri Maulanasyaikh
tersebut, sekaligus ajang pertemuan bagi para masayaikh dan thullab/tholibat Ma’had
DQH NW yang ada di Anjani dan Pancor. Hiziban akbar ini kemudian ditutup dengan
shalat Isya’ berjama’ah yang dipimpin TGH.Hudatullah. Kemudian segenap tokoh NW
ini bersantap malam di gedeng (rumah-red) TGH.M. Thahir Azhari, selaku Pimpinan
Toko Hikmah dan Grand Hero Pancor Lombok Timur . (nw.org)
|